Inilah Teknik yang di Kembangkan untuk Pembuatan Bioplastik

Kantong Keresek Dilarang, Ini Alternatif Penggantinya yang Ramah Lingkungan

Inilah Teknik yang di Kembangkan untuk Pembuatan Bioplastik – Dampak dari limbah kehidupan manusia sudah banyak merusak eko system. Oleh sebab itu sejak dini kita harus bisa merawat bumi dan menggunakan sumber daya alam dengan bijak.

Saat ini sedang giat-giatnya dan digalakan untuk mencari cara untuk mengolah limbah organik dan non organik. Mengolah limbah merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi ini.

Bioplastik atau plastik biodegradable adalah suatu jenis plastik ramah lingkungan. Plastik ini sangat mudah terurai oleh mikroorganisme. Semua materialnya terbuat dari bahan baku yang dapat diperbaharui.

Dengan adanya plastik yang ramah lingkungan ini berpeluang menjadi solusi limbah plastik saat ini, yang selalu menjadi sorotan dari pemerhati lingkungan.

1. Bioplastik dapat dihasilkan melalui beberapa cara

Bioplastik, Mulai dari Pengertian hingga Metode Pembuatannya

Bioplastik dapat dihasilkan melalui beberapa metode. Salah satunya adalah biosintesis yang menggunakan bahan berpati atau berselulosa.

Inilah cara pembuatan bioplastik yang berbasiskan pati adalah sebagai berikut:

  1. Mencampur pati dengan plastik konvensional (PE atau PP) dalam jumlah kecil antara 10-20 persen.
  2. Mencampur pati dengan turunan hasil samping minyak bumi, seperti PCL, dalam komposisi yang sama atau 50 persen.
  3. Menggunakan proses ekstruksi untuk mencampur pati dengan bahan- bahan seperbahan seperti protein kedelai, gliserol, alginate, lignin dan sebagainya sebagai bahan plasticizer.

2. Sejumlah metode mampu dikembangkan dalam pembuatan bioplastik

Bioplastik, Mulai dari Pengertian hingga Metode Pembuatannya

Sejumlah cara yang mampu dikembangkan dalam pembuatan bioplastik, antara lain:

1. Metode Yamada

Bioplastik ini terbuat dari bahan dasar (zein) yang dilarutkan dalam etanol 80 persen. Ditambahkan pemplastik, dipanaskan pada suhu 60° sampai 70°C selama 15 menit. Campuran kemudian cetak pada autocasting machine. Selanjutnya dibiarkan selama 3-6 jam.

2. Metode Frinault

Bioplastik ini dibuat dengan bahan dasar (kasein) menggunakan pencetak ekstruder dengan beberapa tahap proses yang terdiri dari pencampuran bahan dasar dengan aseton/etanol-air, penambahan pemplastik, pencetakan ekstruder kemudian pengeringan film.

3. Metode Isobe

Pada metode ini bahan dasar (zein) dilarutkan dalam aseton dengan air 30 persen (v/v) atau etanol dengan air 20 persen (v/v). Kemudian ditambahkan bahan pemplastik (lipida atau gliserin), dipanaskan pada suhu 50°C selama 10 menit. Selanjutnya dilakukan pencetakan pada casting dengan menuangkan 10 ml campuran ke permukaan plat polietilen yang licin. Bahan dibiarkan selama 5 jam pada suhu 30 sampai 45°C. Film yang terbentuk dilepaskan dari permukaan cetakan, dikeringkan dan disimpan.

3. Perlu ketelitian dalam pembuatan bioplastik

Bioplastik, Mulai dari Pengertian hingga Metode Pembuatannya

Dalam membuat awetan kering dalam bentuk plastik ini, sangat di perlukan  ketelitian dan kehati-hatian. Meskipun, proses pembuatanya sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang sangat lama.

Kebanyakan makhluk hidup yang diawetkan dalam bentuk awetan ini adalah berbagai macam serangga, bunga, dan berbagai bentuk daun tumbuhan.

Meskipun sudah tersimpan cukup lama,namun tumbuhan tersebut tidak akan layu dan masih terlihat segar dan tidak akan rusak kecuali bila dipecah.

Plastik biodegradable bisa dipakai sebagai kemasan karena tidak mudah ditembus uap air. Oleh karena itu jenis ini dapat dipakai sebagai kemasan alternatif.

4.Bioplastik tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya sebagaimana plastik biasa

Bioplastik, Mulai dari Pengertian hingga Metode Pembuatannya

Bioplastik tidak memiliki senyawa kimia yang berbahaya sebagaimana plastik biasa, maka plastik tetap aman saat terbakar. Walaupun terbuang ke tanah, bioplastik justru akan memperbaiki kesuburan tanah karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkan unsur hara dalam tanah.

Meskipun, bioplastik terbuat dari pati, minyak nabati, dan mikrobiota. Unsur kimia dari bioplastik akan mengalami perubahan sekaligus memengaruhi sifat-sifatnya karena pengaruh mikroorganisme, sehingga dapat terurai dengan mudah di tanah.

Namun sangat disayangkan ini memiliki kekurangan dari segi biaya produksinya. Sisi lemah lainnya adalah pada daya tahan bioplastik yang dianggap sangat minim ketimbang plastik biasa.

Bioplastik tidak sekokoh dan sefleksibel plastik konvensional. Dinilai tidak tahan panas, sehingga pada penggunaannya masih terbatas.

Itulah salah satu langkah yang sudah di ambil untuk mengolah dan mengurai limbah, namun saat ini masih progress. Semoga dalam waktu dekat akan sudah dapat terealisasi.